Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Renungan 165’ Category

Bagaimana cara membangun spiritual leadership?

Setiap diri kita adalah pemimpin, oleh karenanya Al Qur’an telah menunjukkan bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin yang baik:
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Ali ‘Imran – 31).
Yang dimaksud disini adalah kepatuhan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Zero Mind Leadership (Shiddiq)
Pemimpin senantiasa menyadari ketidaksempurnaan dirinya dan senantiasa memohon ampunan Allah atas kesalahan yang dilakukan.
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Hud – 3)

Rendah Hati Leadership (Fathonah)
Pemimpin yang rendah hati menyadari bahwa yang sempurna adalah Allah dan senantiasa berupaya menuju kesempurnaan.
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (Thaahaa – 30)

Spiritual Commitment Leadership (Amanah)
Pemimpin yang berprinsip dan berkomitmen pada Allah Yang Maha Tinggi sebagai tujuan pengabdiannya.
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (An Nisaa’ – 175)

Transformatif Leadership (Tabligh)
Pemimpin yang melakukan transformasi menuju hasil yang lebih baik dan hebat.
Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At Taubah – 105)

Demikianlah untuk menjadi renungan bagi kita bersama untuk selalu mengikuti suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW karena padanya sebaik-baik pemberi peringatan.
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras. (Saba’ – 46)

Advertisements

Read Full Post »

Materi Renungan 165 ke-5: Melejitkan Spiritual Integrity. Materi ini adalah materi yang terkait erat dengan Angel Principle dalam Training ESQ. (Silakan klik tautan untuk melihat Materi Renungan 165 sebelumnya. Materi ke-1: Mengapa Harus 165, materi ke-3: Ihsan, materi ke-4: Membangun Benteng Yang Kokoh. Materi ke-2 lupa tidak tercatat.)

Siapakah Malaikat?

  • Malaikat hanya mengabdi kepada Allah

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Fathir – 1)

  • Malaikat tiada enggan bersujud kepada Allah

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. (Al A’raaf – 206)

  • Malaikat tidak jemu bertasbih kepada Allah

Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. (Al Fushshilat – 38)

  • Malaikat tidak menyombongkan diri

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. (An Nahl – 49)

Apa Fungsi Malaikat?

  • Malaikat membawa kebaikan

Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya, (Al Musalaat – 1~3)

  • Malaikat mendo’akan manusia

(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, (Al Mu’min – 7)

  • Malaikat mengawasi dan mencatat perbuatan manusia

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Infithaar – 10~12)

Pertanyaan untuk direnungkan: Sudahkah kita memiliki spiritual integrity?

Read Full Post »