Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kegiatan’ Category

Tahun Baru 1430H

Hari ini adalah tanggal 1 Muharram 1430H pada penanggalan Islam. Bagi umat Islam yang merayakan: Selamat Tahun Baru Hijriah 1430H!!

Seperti saya tulis di sini, ini adalah perayaan tahun baru Hijriah kedua kalinya di dalam sebuah tahun Masehi (1 Muharram 1429H jatuh pada 10 Januari 2008 dan 1 Muharram 1430H jatuh hari ini 29 Desember 2008)! Sebuah peristiwa yang hanya akan terulang dalam siklus waktu 33 atau 34 tahun sekali! Jika Anda berumur panjang, maka paling banyak Anda hanya akan dapat menemui 3 kali peristiwa seperti ini seumur hidup Anda. Sangat jarang terjadi dan istimewa sekali.

Berarti, sebuah tahun baru yang layak untuk dirayakan, bukan?

Sekali lagi, selamat tahun baru Hijriah!

Advertisements

Read Full Post »

Ghost festival dalam tradisi Budha China sebenarnya adalah penghormatan terhadap arwah para  leluhur. Kepada arwah leluhur dikirimkan kebutuhan-kebutuhan harian mereka di alam sana yang dipercayai sama seperti kebutuhan manusia di kehidupan dunia. Jadi makanan, pakaian, kendaraan, sampai uang pun dikirimkan. Caranya? Replika dari itu semua dibuat kemudian dibakar dan ditujukan agar sampai kepada para arwah yang dimaksudkan oleh masing-masing orang yang mendo’akan.

Seperti tahun lalu, grup perusahaan dimana aku bekerja kembali mengadakan upacara sembahyang hantu (begitu biasanya upacara ini disebut) di area lapang antara bangunan pabrik satu dan pabrik dua. 4 tenda besar dipasang sejak kemarin sore.  Ada 3 patung kayu berukiran naga dengan warna-warna indah yang terbakar mulai pagi tadi. Puluhan kantong plastik besar berisi kertas uang surga, makanan-makanan yang akan dikirimkan, buah-buahan, minuman, replika kendaraan, dll semua disusun di atas meja persembahyangan. Tak ketinggalan juga bendera-bendera kecil (pengganti Tuhan sebagai penjaga?) berkibar di tiap-tiap meja. Serta tentu saja dupa hio yang terbakar tak henti-hentinya menyebarkan asap.

Selain untuk menghormati arwah leluhur, sembahyang hantu juga dimaksudkan sebagai perjamuan kepada fakir miskin. Jamuan ini ditandai dengan sembahyang rebutan terhadap makanan sembahyang setelah penghormatan selesai diadakan. Di pabrik kami tidak ada acara rebutan makanan, tapi diganti dengan jamuan makan siang untuk seluruh karyawan secara gratis.

Read Full Post »

Khutbah Jum’at Ini

Salah satu hikmah lain dari perubahan jam kerjaku yang 12 malam ke 12 pagi itu adalah tidak mengantuk saat mengikuti shalat Jum’at. Sebelumnya aku selalu sangat terkantuk-kantuk dan bahkan tertidur pada saat khatib memberikan ceramahnya. Sekarang (paling tidak tadi itu) tidak lagi….! 🙂

Nah ini buktinya kalau aku tidak tertidur tadi saat khatib memberikan khutbah Jum’atnya, inti sari ceramahnya masuk ke dalam kepalaku.

Khatib menyampaikan topik mengenai bid’ah dan perbedaan pendapat di sekitarnya. Satu contoh yang diberikan adalah mengenai pembacaan talqin pada saat penguburan jenazah, apakah itu perlu atau tidak. Ada yang memandang perlu ada yang berkata tidak, sehingga menimbulkan perbedaaan dan disalahtafsirkan sebagai bid’ah. Padahal segala sesuatu itu sudah ada petunjuknya yang jelas yaitu Al Qur’an dan Hadist. Bid’ah itu diada-adakan karena ia tidak memiliki contoh perbuatan dari Rasulullah SAW dan para Sahabatnya, tidak mengikuti syara’.

Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari perbuatan dan godaan setan yang terkutuk dengan selalu mengambil pelajaran dan hikmah Al Qur’an dan bertawakkal kepada Allah SWT.

Read Full Post »

Aidil Adha 1428H

Kamis pagi (untuk hari kerja Rabu) aku pulang lebih awal dari pabrik. Jam 6 teng aku sudah di pintu keluar menunggu van yang akan mengantar pulang ke apartemen. Ya, tentunya karena hari Kamis 20/Dec 2007 adalah bertepatan dengan 10 Dzulhijjah Hari Raya Aidil Adha 1428H, jadi aku pulang awal untuk siap-siap Shalat ‘Ied pagi harinya.

Mama Ani tidak bisa ikut, sedang kurang sehat. ADA juga tidak ikut, belum bangun dan tak bisa dibangunkan. Jadilah aku sendiri yang pergi ke surau Taman Nusa Perintis untuk shalat ‘Ied. Saat sampai di surau, sudah cukup banyak jamaah yang datang. Sama seperti saat Aidil Fitri 2 bulan lalu, wajah-wajah yang hadir nampak bisa dibedakan suku bangsanya. Ada yang dari Bangladesh, India, Indonesia dan tentu saja Malaysia sendiri. Namun semua adalah satu keyakinan, satu ukhuwah dan satu kebahagiaan dalam Islam.

Ketika Ustadz menyampaikan khutbahnya, hujan mulai turun. Tapi itu tidak menggangguku dalam mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah itu. Justru yang datang menganggu adalah rasa kantuk (setalah bekerja semalaman). Berkali-kali aku menguap dan berkali-kali pula aku memaksakan mata dan badan untuk tetap ‘hadir’ di dalam masjid. Aku bertakbir di dalam hati, “Alahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar… Laa illahaillallah huwallahuakbar… Allahu Akbar wa lillaailham…” Cukup ampuh mengusir kantukku!

Hujan ternyata makin menderas. Banyak jamaah yang tertahan tidak bisa pulang termasuk aku. Ternyata malah membawa berkah tersendiri; aku jadi mengetahui satu tradisi di Malaysia di saat hari Raya. Makan nasi ambang ramai-ramai! Aku jadi teringat kebiasaan yang sama di Payakumbuh setelah shalat hari Raya, bahkan cara penyajiannya pun sama. Nasi disajikan di atas nampan besar dengan lauk berupa ayam gulai, daging sapi dan sambal. Satu nampan ‘dikeroyok’ oleh 4~5 orang. Entah kebetulan entah bagaimana, di nampan yang kumakan, selain aku hanya ada 2 orang lelaki lain yang menghabiskan suguhan besar itu. Barangkali faktor dingin cuaca dan (tentu saja, hehehe…) perut yang lapar, nasi ambang satu nampan itu habis kami makan bertiga! Mudah-mudahan menjadi tabungan amal untuk yang telah mempersiapkan makanan lezat tersebut.

Setelah makan, hujan belum kunjung reda. Aku coba telpon ke pool taksi tak ada yang menerima, persis sama ketika Aidil Fitri! Aku dan Mama Ani kontak-kontakan gimana aku bisa pulang. Sambil menunggu, aku mengobrol dengan pengurus surau itu. Darinya aku dapat keterangan bahwa hewan qurban yang akan disembelih hari ini ada 8 ekor lembu! Cukup banyak menurutku untuk ukuran surau kecil dengan penduduk sekitar yang tidak banyak dan merupakan percampuran antar bangsa (Malay, Chinesse, India, dll). Ada keinginan untuk ikut membantu dalam acara pemotongan hewan quran, tapi mengingat kantuk dan Mama Ani yang sedang tidak sehat, akhirnya niat itu kuurungkan.

Setelah beberapa lama, akhirnya berhasil juga menghubungi sopir mobil van perusahaan dan memintanya menjemputku di surau. Dengan begitu sampailah aku kembali ke apartemen tanpa basah kehujanan. Selanjutnya tidak banyak yang bisa diceritakan karena sampai siang lewat sedikit aku tertidur lelap. Halah… hari Raya kok malah tidur, hehehe…!

Read Full Post »