Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2008

Halah! Budaya apa yang dibawa infotainment itu ke dalam rumah kita? Menyuruh orang berzina terang-terangan atas nama hari kasih sayang (prek, cuih!)? Mengindoktrinasi masyarakat dengan kebiasaan yang tabu? Membiasakan hal yang seharusnya terdengar di ranah personal menjadi konsumsi publik?

Pulang kerja malam udah kesiangan, aku sedang mengambil handuk hendak mandi saat telinga mendengar kata-kata pembawa acara infotainment (tak usah disebut nama dan acaranya, no point!) yang terasa sangat keterlaluan untukku. Dengan lantang dan suara ditegas-tegaskan, ia mengatakan, “Pemirsa, apa saja yang dilakukan para selebrita kita dalam menunjukkan kasih sayang kepada pasangannya? Bagaimana mereka menyikapi bentuk ungkapan kasih sayang yang diberikan kepada mereka dari pasangannya masing-masing? Apakah hari raya kasih sayang ini akan menjadi momentum… bla-bla-bla

Sungguh keterlaluan! Itu pembawa acara atau si script writer punya otak ngga’ untuk membawakan atau menuliskan kata-kata itu? Siapa dia berani-beraninya menasbihkan 14 Februari sebagai hari raya? Sejak kapan orang merayakannya? Siapa yang merayakan? Apa yang harus dirayakan?

Aku misuh-misuh. Mama Ani bilang semua infotainment sibuk menayangkan berita dengan topik yang sama: perayaan hari kasih sayang. Sudah sejak beberapa hari yang lalu dan mungkin sampai beberapa hari ke depan, acara infotainment terus membahas apa dan bagaimana para selebrita menghadapi hari yang katanya untuk menunjukkan kasih sayang itu! Apa tidak pekak telinga dengan serbuan berita-berita itu? Apa tidak membanjiri pikiran dan membentuk kesan jika itu terus menerus disampaikan? Apa tidak akan menjadikan sesuatu yang tabu menjadi hal yang biasa-biasa saja? Penciptaan budaya zina di tengah masyarakat!

Damn! Semakin benci dengan acara TV Indonesia. Tak ada yang bermutu, sampah, sampah, dan sampah!

Advertisements

Read Full Post »

Miris dengan tempat sholat di Hi-Tech Mall Surabaya dalam salah satu postingan Wahida, aku malah dikasih tugas memotret surau di salah satu plaza di JB oleh si Mbak ini. Lantaran jarang main ke plaza dimaksud maka baru sekarang punya gambarnya. Sekalian saja saat ke KL minggu lalu, aku ambil juga gambar surau di terminal bus Pudu Raya dan salah satu dari surau di Genting Highland. Yang lain segera menyusul jika ada.

angsana-plaza.jpg Angsana Plaza

Surau ini luas, adem, bersih dan fasilitasnya cukup lengkap. Bahkan punya ruang khusus untuk penjaga surau dan tempat berganti pakaian di dalam surau. Tempat wudhu ada 2, di dalam dan di luar. Terpisah oleh gorden di ujung adalah tempat shalat wanita.

genting-highland.jpgGenting Highland

Daya tampungnya tidak banyak, untuk sekitar 10 orang saja jika shalat berjamaah. Yang terasa ngga’ afdhol adalah letak tempat wudhu (di dalam) yang berada di arah kiblat, sehingga orang shalat menghadap ke situ. Tempat shalat wanita terpisah. Ada beberapa surau di sekitar arena permainan dan taman di Genting ini yang dapat dipergunakan untuk shalat. Pesannya jelas: jangan lupa shalat meski sedang seru-serunya bermain di fasilitas hiburan yang ada.

pudu-raya-bus-terminal.jpg Puduraya Terminal

Melihat tempatnya yang di atas terminal bus (di lantai 4), awalnya terpikir surau yang sederhana. Ternyata cukup bagus, luas dan memiliki tempat penitipan barang/sepatu. Di balik pintu kaca bergorden hijau di sebelah kiri adalah tempat shalat wanita yang sama juga luasnya. Di bagian luar ada teras 2 meteran sepanjang lebar surau untuk duduk-duduk atau tiduran bagi orang yang ingin istirahat.

Read Full Post »