Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2008

Atas permintaan teman-teman, aku tuliskan prosedur pengajuan pas tanggungan (dependant pass) bagi anggota keluarga yang ikut pindah mengikuti kepala keluarga yang bekerja di Malaysia. Ini berdasarkan pengalamanku mengajukan pas tanggungan untuk anak dan istri di Jabatan Imigresen Johor Bahru.

Dokumen yang harus disiapkan:
1. Paspor penanggung
2. Izin kerja penanggung
3. Surat keterangan bekerja dari perusahaan si penanggung
4. Paspor keluarga yang akan diajukan untuk memiliki pas tanggungan (tertanggung)
5. Photo tertanggung
6. Tanda pengenal (untuk dewasa)
7. Akte kelahiran/surat kenal lahir (untuk anak)

Proses:
1. Beli formulir-formulir imigrasi di Jabatan Imigresen, isi dan lengkapi.
2. Ajukan semua dokumen (penanggung, tertanggung dan formulir).
3. Bayar bond dan Single Entry Visa.
4. Pembayaran untuk Multiple Entry Visa dilakukan setelah mendapatkan Single Entry Visa.
5. Proses di Jabatan Imigresen akan selesai dalam waktu sekitar 2 minggu.

Biaya-biaya:

1. Formulir imigrasi (#IM 10, IM 38 dan bond) RM 7
2. Stamping (1 set) & Binding (1 set) RM 15
3. Bond RM 100
4. Single Entry Visa (Journey Performed)  
4.1. Visa RM 15
4.2. Process RM 500
5. Multiple Entry Visa (Dependant Pass)  
5.1. Pass RM 180
5.2. Visa RM 30
5.3. Process RM 50

Semua proses, biaya dan dokumen di atas dibuat/dilaksanakan di Johor Bahru.

Jalur lain pengajuan pas tanggungan adalah melalui konsulat Malaysia di Indonesia (seperti di Pekanbaru, Medan, Surabaya, dll). Penanggung (di Malaysia) mengajukan dokumen sampai tahap mendapatkan calling visa. Kemudian dengan menggunakan calling visa tersebut, ajukan permohonan mendapatkan single entry visa ke konsulat Malaysia di Indonesia. Dokumen yang harus dilengkapi adalah calling visa, photo, paspor, tanda pengenal (KTP, KK, surat nikah, dan atau akte kelahiran) serta selembar formulir imigrasi. Biayanya hanya Rp. 3000,- untuk beli formulir dan Rp. 40.000,- untuk biaya proses. Untuk mendapatkan stiker single entry visa, biasanya kita menunggu selama 3 hari.

Selanjutnya, dengan single entry visa (yang berlaku selama 3 bulan) para tertanggung dapat memasuki dan menetap di Malaysia untuk mengurus pembuatan dependant pass (multiple entry visa). Selanjutnya tinggal mengikuti proses #4 dan biaya #5 di atas.

Biaya-biaya di atas belum termasuk biaya transportasi, photocopy dokumen, akomodasi, dll. Silakan kalkulasikan sendiri dan putuskan jalur mana yang akan Anda pilih. Untuk teman-teman yang punya pengalaman sama dan memiliki informasi tambahan, silakan berbagi di sini.

Advertisements

Read Full Post »

Sabuk Pengaman

Kulambaikan tangan pada sebuah taksi gelap di simpang Panbil. Aku hendak ke Batu Aji pagi itu. Taksi berhenti dan aku membuka pintu depan. Duduk dan menarik sabuk pengaman. “Ah ngga’ apa-apa, Mas. Polisi sini saya kenal semua kok. Aman kita.” si sopir ‘mencegahku’ menggunakan sabuk pengaman.

Kembali dari Batu Aji, taksi gelap yang lain, di sekitaran Villa Muka Kuning seorang lelaki tegap berambut pendek menghentikan taksi hendak menumpang. “Polres, Bang?” tanyanya. “Iya” jawab si sopir taksi sambil cepat-cepat menarik tali sabuk pengamannya. Aku yang kebagian tempat duduk di depan lagi, tersenyum dalam hati sambil memegang sabuk pengaman yang telah terpasang dari tadi.

Bukan untuk polisi kok Bang, sabuk pengaman itu. Ini dibuat untuk keselamatan kita sendiri. Kalau tiba-tiba Abang mengerem mendadak atau menabrak keras sesuatu di depan, maka sabuk itu bisa menyelamatkan nyawa kita. Karena berdasarkan penelitian para ahli, lebih dari 80% kematian atau cedera fatal akibat kecelakaan mobil di jalan raya disebabkan oleh benturan ke panel dashboard, setir, kaca dan tempat duduk di hadapan kita. Nah yang namanya sabuk pengaman itu adalah pengurang/penahan tekanan (yang bisa mencapai 60 kali berat badan kita) yang membanting tubuh saat terjadi pengereman/benturan mendadak.

Bukan karena polisi, ya Bang. Atau karena seseorang mirip polisi yang hendak ke kantor polisi yang tidak Abang kenal sehingga nanti mungkin Abang akan ditilang olehnya. Untuk kita Bang, untuk kita. Kalau kita celaka karena tidak pakai sabuk pengaman, para polisi itu hanya akan mencatat di laporannya tentang kematian/kecederaan kita. Itu saja. Dan itu tidak akan mengembalikan nyawa atau kesehatan kita. Sama sekali tidak.

Jadi lain kali, pakailah selalu sabuk pengaman begitu Abang duduk di belakang setir/dalam mobil. Bukankah Abang masih sayang dengan anak dan istri Abang di rumah?

Note: gambar diambil dari sini.

Read Full Post »

Bagaimana cara membangun spiritual leadership?

Setiap diri kita adalah pemimpin, oleh karenanya Al Qur’an telah menunjukkan bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin yang baik:
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Ali ‘Imran – 31).
Yang dimaksud disini adalah kepatuhan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Zero Mind Leadership (Shiddiq)
Pemimpin senantiasa menyadari ketidaksempurnaan dirinya dan senantiasa memohon ampunan Allah atas kesalahan yang dilakukan.
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat. (Hud – 3)

Rendah Hati Leadership (Fathonah)
Pemimpin yang rendah hati menyadari bahwa yang sempurna adalah Allah dan senantiasa berupaya menuju kesempurnaan.
Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang. (Thaahaa – 30)

Spiritual Commitment Leadership (Amanah)
Pemimpin yang berprinsip dan berkomitmen pada Allah Yang Maha Tinggi sebagai tujuan pengabdiannya.
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya. (An Nisaa’ – 175)

Transformatif Leadership (Tabligh)
Pemimpin yang melakukan transformasi menuju hasil yang lebih baik dan hebat.
Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (At Taubah – 105)

Demikianlah untuk menjadi renungan bagi kita bersama untuk selalu mengikuti suri tauladan dari Nabi Muhammad SAW karena padanya sebaik-baik pemberi peringatan.
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras. (Saba’ – 46)

Read Full Post »

Kenali Diri

Di awal tahun paling baik mengenal diri sendiri sebagai landasan mengawali semua rencana, target atau resolusi yang akan dikerjakan. Pribadi kita saat ini mungkin bukanlah pribadi kita yang sama seperti tahun lalu. Satu tahun jelas masa yang cukup panjang untuk perubahan diri, karena itu perlu ‘mengenali diri kembali’. Ada banyak cara, antara lain seperti jalur cepat yang kulakukan ini.

Apapun hasilnya, baik juga untuk mencoba test ini. Apakah percaya atau tidak, tergantung bagaimana kita memaknainya. Ini hasil testku:

Click to view my Personality Profile page
Berdasarkan hasil di atas aku termasuk tipe ISTJ – The Examiner. Setelah dibaca-baca, ternyata (mengikut bahasa gaul anak muda sekarang) ‘gue banget’ memang! 🙂
Untuk lebih jelas apa itu ISTJ – The Examiner silakan ke sini. Ada yang tertarik untuk mencoba?

Note: bikin posting ini ikut-ikutan setelah dapat link di padepokannya pak BR

Read Full Post »

Tahun Baru 1429H

Hari ini tanggal 10 Januari 2008 Masehi (atau disebut juga sebagai tahun Gregori) adalah juga merupakan tanggal 1 Muharram 1429 Hijriah. Sebagaimana diketahui 1 Muharram adalah awal perhitungan tahun pada kalender Islam Hijriah. Jadi untuk umat Islam: “Selamat Tahun Baru 1429 Hijriah!”

Sebenarnya hanya ingin menulis itu saja, tapi dipikir-pikir kok ya singkat banget. Ya udah, aku lanjutin sedikit mengenai sejarah dan statistik tahun Hijriah (halah… gayanya, padahal juga dapat dari Oom Wiki, hehehe…).

Kalender Hijriah sebagai kalender Islam mulai digunakan setelah Khalifah Umar Bin Khatab menetapkan saat hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah sebagai patokan awal perhitungan penanggalan tahun baru. Penetapan ini dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Jika dihitung mundur, tanggal 1 Muharam tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622M. Tapi tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad SAW karena peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW terjadi di bulan September 622M. Perbedaan ini muncul disebabkan oleh penentuan patokan awal tahun baru yang menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun di Madinah.

Pada kalender Hijriah sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di tempat tersebut. Ini berbeda dengan sistem kalender Masehi dimana sebuah hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Itulah kenapa 1 tahun kalender Hijriah (354 hari) lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi (365 hari). Untuk tahun 2008M selisih jumlah harinya menjadi 12 hari karena tahun 2008 adalah juga tahun kabisat dalam sistem kalender Masehi.

Yang unik, tahun 1429H akan berlangsung satu tahun penuh di dalam tahun 2008M. Akibatnya, kita akan mengalami 2 kali perayaan tahun baru Hijriah pada tahun 2008 Masehi, yaitu pada 10 Januari (1 Muharram 1429H) dan pada 29 Desember (1 Muharram 1430H). Keunikan ini hanya dapat terjadi sekali dalam siklus 33 atau 34 tahun Hijriah!

Meski sedikit, mudah-mudahan bermanfaat.

Read Full Post »