Feeds:
Posts
Comments

Maggi Ala Indon

maggi-ala-indon1Rasa adalah persoalan selera. Tiap orang punya cita tersendiri. Demikian juga bangsa. Tak terkecuali pada makanan. Meski itu berupa mie istant. Bahkan pada tingkatan tertentu ia adalah identitas. Yang lekat sebagai bagian dari kehidupan anak kost, mahasiswa perantauan, pekerja kerah biru atau bahkan pada anak-anak.

Meski jauh dari kampung halaman, terkadang ia tak dapat dikompromikan. Banyak cerita kita dengar tentang orang Indonesia yang membawa perbekalan makanan ke luar negeri. Sesekali pulang tentu bukan masalah. Namun jika tiap sebentar harus pulang ke Indonesia hanya untuk sekedar menikmati makanan tentulah akan berat di sisi biaya. Di sanalah pengusaha membaca peluang dan menjadikannya mesin uang. Terciptalah antara lain produk-produk makanan, seperti mie instant berlabel Maggi ini, bercita rasa kampung halaman di negeri tetangga.

Produsen mie ini memasang tulisan ‘ala Indon’ di kemasan luarnya. Ia jelas bukan yang pertama karena produsen mie lain juga melakukan hal yang sama. Pasar yang dituju sungguh besar di negeri ini dan potensial. Jadi dipajanglah ia untuk menarik perhatian ‘orang Indon’, salah satunya di kedai runcit di ujung Johor Bahru tempat saya mengambil gambar.

maggi-ala-indon2

Terserah Anda untuk memilih dan mencicipi, apakah betul rasanya sama dengan mie instant favorit Anda di Indonesia ataukah tidak. Kalau saya, sampai sekarang masih memilih untuk menggotong satu kotak mie setiap kali saya mampir ke Batam.

Ya, rasa memang soal selera. Dan selera saya masih terikat pada yang asli dari negeri sendiri, bukan pada yang ‘ala Indon’.

Panggilan Illahi

panggilan1

Sungguh benar ajakan menonaktifkan telepon genggam di masjid ini. Tulisannya bukan sebuah larangan untuk mengunakan atau saran untuk mematikan nada panggil seperti biasa kita jumpai di masjid-masjid lain. Yang ini sangat menyentuh bagi saya.

Sungguh benar, tiada panggilan yang lebih penting dari panggilan Allah! Bukan deringan telepon atau tanda pesan masuk yang harus didengar/mendapatkan perhatian kita di kala shalat dan beribadah. Sekecil apapun suara yang timbul atau getaran yang dihasilkan, jelas itu akan memecah konsentrasi ibadah dan kekhusu’an shalat kita.

Jadi, mari matikan handphone Anda di dalam masjid. Sepenting apapun Anda dan urusan di luar sana, panggilan Allah adalah yang paling utama.

Photo diambil di Masjid Jamek Ungku Tun Aminah di Johor Bahru.

vietnam-aff-2008My Dinh National Stadium di kota Hanoi serasa meledak dan penuh gegap gempita oleh teriakan kegembiraan para pendukung kesebelasan nasional Vietnam tadi malam setelah Le Cong Vinh berhasil membelokkan arah bola tendangan bebas yang dilakukan oleh Nguyen Minh Phuong dan menjadikannya sebuah gol. Gol tersebut menyamakan kedudukan pertandingan menjadi 1-1 melawan kesebelasan nasional Thailand yang berarti membuat agregat 2 kali pertandingan menjadi 3-2 untuk kemenangan Vietnam. Sebuah sejarah sepakbola baru tercipta bagi Vietnam, berhasil menjuarai turnamen AFF Cup 2008 setelah dalam 6 kali penyelenggaraan sebelumnya dikuasai secara bergiliran oleh Thailand dan Singapura.

Yang begitu terasa istimewa dari gol tersebut adalah bahwa ia tercipta di menit terakhir injury time pertandingan. Sungguh wajar stadion My Dinh meledak oleh kegembiraan setelah puluhan ribu supporter Vietnam bersabar menunggu terciptanya gol tersebut sejak menit awal. Berulangkali serangan balik mereka mengancam gawang Thailand, terutama di babak kedua, namun tidak berhasil menciptakan gol.

Vietnam bermain dengan determinasi tinggi, penuh semangat, saling membahu, konsisten dengan pola yang diterapkan pelatih Henrique Calisto, serta tajam dan cepat menusuk (terutama dari sayap kanan) yang didukung oleh seluruh lini. Inilah yang membuat mereka dapat mengimbangi permainan cantik dan kemampuan individu kesebelasan Thailand yang di atas kertas lebih baik dari Vietnam.

Vietnam pantas untuk menjuarai turnamen AFF Cup ini. Grafik penampilan mereka yang dicermati sejak dari babak penyisihan grup terus meningkat. Vietnam muncul sebagai runner up grup di bawah Thailand. Kemudian di kandang sendiri menahan imbang Singapura dengan hasil seri 0-0. Dilanjutkan dengan membungkam The Lion di Singapura pada leg kedua 1-0 untuk memastikan posisi maju ke babak final. Selanjutnya, mereka tanpa ampun menaklukkan tim Gajah Putih di Thailand dengan skor 2-1 pada leg pertama final.

Photo diambil dari sini.

Tahun Baru 1430H

Hari ini adalah tanggal 1 Muharram 1430H pada penanggalan Islam. Bagi umat Islam yang merayakan: Selamat Tahun Baru Hijriah 1430H!!

Seperti saya tulis di sini, ini adalah perayaan tahun baru Hijriah kedua kalinya di dalam sebuah tahun Masehi (1 Muharram 1429H jatuh pada 10 Januari 2008 dan 1 Muharram 1430H jatuh hari ini 29 Desember 2008)! Sebuah peristiwa yang hanya akan terulang dalam siklus waktu 33 atau 34 tahun sekali! Jika Anda berumur panjang, maka paling banyak Anda hanya akan dapat menemui 3 kali peristiwa seperti ini seumur hidup Anda. Sangat jarang terjadi dan istimewa sekali.

Berarti, sebuah tahun baru yang layak untuk dirayakan, bukan?

Sekali lagi, selamat tahun baru Hijriah!

Muon Nam, Vietnam!

Saat bus pekerja sampai di kilang pagi tadi, ada hal menarik saat melihat gadis-gadis operator berkebangsaan Vietnam turun dari bus. Hampir semua mereka mengenakan pakaian berwarna atasan putih dan bawahan hitam. Ada yang hanya berkaos putih tapi ada juga yang nampak lebih resmi mengenakan Áo Dài (pakaian tradisional semacam baju kurung ala Vietnam). Dan hampir semuanya juga menempelkan bendera kebangsaan di dada kiri atau di kerah kiri bajunya. Setelah kutanya pada salah seorang dari mereka, ternyata hari ini adalah Qouc Khanh (Hari Kemerdekaan) negara Republik Sosialis Vietnam.

Pekerja Vietnam adalah bagian terbesar dari pekerja asing di pabrik kami. Beberapa diantaranya sudah bekerja lebih dari 3 tahun di Malaysia (sejak dari pabrik Cemerlang, Ulu Tiram-JB). Tipe pekerja keras (selalu siap untuk bekerja lembur), santun, fokus dan cepat dalam melakukan pekerjaan, meski juga tidak selalu menurut pada instruksi yang diberikan (yang bisa disebabkan oleh kendala bahasa). Jika sudah sering berkomunikasi dengan mereka, pertemanan bisa sangat baik dan akrab, meski pada awalnya mereka terkesan tertutup. Tak segan-segan mereka akan menyapa, meski jenjang jabatan terentang cukup jauh. Untuk yang sering bergaul dengan mereka, tipikal wajahnya yang khas tak akan disalahkira dengan warga dari semenanjung Indocina lainnya.

Hari ini ada hembusan solidaritas yang berbeda muncul di pabrik yang mengatapi 7 kewarganegaraan ini. Banyak pekerja asing dari negara lain, seperti Nepal, Indonesia, Philipina, dan Singapore serta warga lokal Malaysia sendiri yang ikut menempelkan bendera Vietnam di dadanya. Padahal saat Singapore merayakan hari kemerdekaan pada 9 Agustus, Indonesia pada 17 Agustus dan Malaysia pada 31 Agustus, solidaritas yang sama tidak muncul. Hanya warga dari masing-masing negaralah yang menempelkan bendera kebangsaannya di pakaian kerja. Bahkan tak kulihat ada pekerja/staf berkebangsaan Singapore yang menunjukkan patriotisme seperti itu saat hari kemerdekaan mereka pada 9 Agustus lalu. Tapi hari ini berbeda, dukungan solidaritas nampak ditunjukkan oleh semua. Dan ini membuat wajah-wajah para pekerja Vietnam penuh senyum dan ramah hari ini!

Muon nam, Vietnam!

Selamat hari kemerdekaan.

Ghost festival dalam tradisi Budha China sebenarnya adalah penghormatan terhadap arwah para  leluhur. Kepada arwah leluhur dikirimkan kebutuhan-kebutuhan harian mereka di alam sana yang dipercayai sama seperti kebutuhan manusia di kehidupan dunia. Jadi makanan, pakaian, kendaraan, sampai uang pun dikirimkan. Caranya? Replika dari itu semua dibuat kemudian dibakar dan ditujukan agar sampai kepada para arwah yang dimaksudkan oleh masing-masing orang yang mendo’akan.

Seperti tahun lalu, grup perusahaan dimana aku bekerja kembali mengadakan upacara sembahyang hantu (begitu biasanya upacara ini disebut) di area lapang antara bangunan pabrik satu dan pabrik dua. 4 tenda besar dipasang sejak kemarin sore.  Ada 3 patung kayu berukiran naga dengan warna-warna indah yang terbakar mulai pagi tadi. Puluhan kantong plastik besar berisi kertas uang surga, makanan-makanan yang akan dikirimkan, buah-buahan, minuman, replika kendaraan, dll semua disusun di atas meja persembahyangan. Tak ketinggalan juga bendera-bendera kecil (pengganti Tuhan sebagai penjaga?) berkibar di tiap-tiap meja. Serta tentu saja dupa hio yang terbakar tak henti-hentinya menyebarkan asap.

Selain untuk menghormati arwah leluhur, sembahyang hantu juga dimaksudkan sebagai perjamuan kepada fakir miskin. Jamuan ini ditandai dengan sembahyang rebutan terhadap makanan sembahyang setelah penghormatan selesai diadakan. Di pabrik kami tidak ada acara rebutan makanan, tapi diganti dengan jamuan makan siang untuk seluruh karyawan secara gratis.

08-08-08 @ 08:08

Ah, hanya sebuah angka saja. Yang kebetulan sama, jatuh pada hari ini.

Jam delapan lebih delapan menit pada hari ke delapan di bulan ke delapan pada tahun dua ribu delapan.

Ingin mengartikan lebih? Sebaiknya jangan, karena tak ada manfaatnya.

Ini pun masuk sebagai catatan di sini sebagai pengingat bahwa waktu tak pernah mati. Keniscayaan yang berbanding terbalik dengan pastinya hidup manusia yang berujung pada mati. Dan setiap kumpulan waktu, entah itu angka yang istimewa atau tidak, adalah kendaraan yang melaju ke satu titik: liang kubur.

Siap?

Sudah lamaaaaa sekali aku tidak menulis di blog ini. Pertama tentunya karena kehilangan akses internet di kantor itu. Terus karena kesibukan kerja yang tidak memungkinkan membagi waktu berlama-lama di depan komputer dan menulis. Lalu juga belum ada bahan yang pas untuk dituliskan ke blog ini. Terus…

Ah, kau mencari alasan, anak muda! Terutama yang terakhir itu.

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupanku akhir-akhir ini yang sebenarnya bisa memicu ide tulisan. Entah itu pengalaman manis, peristiwa asem, kejadian asin, (kayak permen yang ramai rasanya itu!). Hal-hal baru yang kutemukan dalam alur kehidupan, yang layak dijadikan bahan tulisan.

Tapi, ya itu tadi, kok tidak ditulis?

Males.

Terus, kapan mau menulis yang berarti lagi sini?

Sabar dulu ya. Biarkan kepala ini (dan otaknya itu) beradaptasi dengan keinginan hati untuk menulis, agar mereka sinkron. Biar mereka saling bersilaturahmi dulu, agar tahu sama tahu apa yang diinginkan dan akan dikerjakan.

Jadi, tunggu dengan sabar ya…?! :)

Horeee… !!!

Yah, mungkin itu satu bentuk kegembiraan yang aku tunjukkan dengan kembalinya aku menulis di blog ini! 2 bulan lebih tak bisa mampir, berekspresi, curhat, bahkan mengintip saja tidak bisa akibat koneksi internet kantor yang memblokir situs-situs komunitas, blog, entertain, dsb. 2 bulan yang rasanya cukup ‘nyesak’ di dada karena banyak hal berlalu begitu saja tak tercatat. Meski sempat sedikit terhibur saat account Multiply-ku  ternyata masih bisa  ditembus, tapi tetap saja tidak seasyik saat WordPress, Blogspot, Youtube, dll bisa diakses dengan bebas.

Jadilah aku tapa brata secara terpaksa! Aku hilang dari blogku sendiri. Tidak ada update berita, tidak ada cerita, tidak ada komentar (baik mengomentari atau dikomentari), tidak ada blog walking, tidak tahu perkembangan dunia blog, dan hal-hal menyenangkan yang biasanya dialami para bloggers dengan aktivitas blogging-nya. Nasib… nasib…

Hari ini setelah ada mutasi email account perusahaan ke server yang baru, aku coba membuka account blog ini, dan berhasil!!! Yay…. hore….! Entah mereka lupa ‘menutup pintu’ atau memang server baru ini lebih oke punya sehingga akses penuh internet kembali diberikan.

Mudah-mudahan ke depan ada banyak cerita yang bisa ditulis.  Kangen nih ngeblog lagi!

Khutbah Jum’at Ini

Salah satu hikmah lain dari perubahan jam kerjaku yang 12 malam ke 12 pagi itu adalah tidak mengantuk saat mengikuti shalat Jum’at. Sebelumnya aku selalu sangat terkantuk-kantuk dan bahkan tertidur pada saat khatib memberikan ceramahnya. Sekarang (paling tidak tadi itu) tidak lagi….! :)

Nah ini buktinya kalau aku tidak tertidur tadi saat khatib memberikan khutbah Jum’atnya, inti sari ceramahnya masuk ke dalam kepalaku.

Khatib menyampaikan topik mengenai bid’ah dan perbedaan pendapat di sekitarnya. Satu contoh yang diberikan adalah mengenai pembacaan talqin pada saat penguburan jenazah, apakah itu perlu atau tidak. Ada yang memandang perlu ada yang berkata tidak, sehingga menimbulkan perbedaaan dan disalahtafsirkan sebagai bid’ah. Padahal segala sesuatu itu sudah ada petunjuknya yang jelas yaitu Al Qur’an dan Hadist. Bid’ah itu diada-adakan karena ia tidak memiliki contoh perbuatan dari Rasulullah SAW dan para Sahabatnya, tidak mengikuti syara’.

Al Qur’an surah Ali Imran ayat 103: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari perbuatan dan godaan setan yang terkutuk dengan selalu mengambil pelajaran dan hikmah Al Qur’an dan bertawakkal kepada Allah SWT.

« Newer Posts - Older Posts »