<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pak De</title>
	<atom:link href="http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/</link>
	<description>What I saw, What I thought, What I felt</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 03:14:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: masyitah</title>
		<link>http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/#comment-76</link>
		<dc:creator>masyitah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 10:34:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ardal.wordpress.com/?p=90#comment-76</guid>
		<description>TERINGAT kisah almarhum yayi(grandfather),kisahnya seperti Pak De. baca kisah di atas seperti mengimbau kembali bagaimana payahnya  grandfather mencari sesuap rezki halal di bumi bertuah ini. 
“Gusti Allah ora sare!” ...apa ya maknanya ini?saya pernah dengar nenek saya bicara begini tapis ebab saya kanak2 lagi,soalans aya tidak dijawabnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TERINGAT kisah almarhum yayi(grandfather),kisahnya seperti Pak De. baca kisah di atas seperti mengimbau kembali bagaimana payahnya  grandfather mencari sesuap rezki halal di bumi bertuah ini.<br />
“Gusti Allah ora sare!” &#8230;apa ya maknanya ini?saya pernah dengar nenek saya bicara begini tapis ebab saya kanak2 lagi,soalans aya tidak dijawabnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Leo</title>
		<link>http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/#comment-59</link>
		<dc:creator>Leo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 07:29:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ardal.wordpress.com/?p=90#comment-59</guid>
		<description>Ya...Allah....Ringan kan lah beban yg di tanggung beliau (pak DE)...serta permudah lah urusan beliau di dunia ini.....
smg Engkau mendengar dan mengabulkan do&#039;a ku ini...amin...............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya&#8230;Allah&#8230;.Ringan kan lah beban yg di tanggung beliau (pak DE)&#8230;serta permudah lah urusan beliau di dunia ini&#8230;..<br />
smg Engkau mendengar dan mengabulkan do&#8217;a ku ini&#8230;amin&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yati</title>
		<link>http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/#comment-58</link>
		<dc:creator>Yati</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 07:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ardal.wordpress.com/?p=90#comment-58</guid>
		<description>Orang makan orang ini sebenarnya sudah lama terjadi di dunia tki, yang jadi korban selalunya orang yang susah, iyalah kalau orang senang ngapain jadi tki. Belum lama ini saudara saya dari kampong juga jadi korban, udah keluarkan biaya 5 jutaan lebih untuk kerja di Malaysia dengan cara hutang pada tetangga, baru 3 minggu kerja disana dipulangkan karena perusahaan mengalami penurunan order dan dia dipulangkan dengan tangan kosong uang sekian banyak hilang begitu saja tanpa konpensasi apapun baik dari perusahaan maupun agen, padahal keberangkatan mereka dalam program disnaker. Yang jadi pertanyaan kemana dia akan mencari duit untuk bayar hutang. Itu baru kejadian didepan mata yang kita tahu bagaimana dengan nasib tki lain yang lebih menyedihkan? Apa antisipasi dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini? Atau apa yang dapat kita dapat lakukan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Orang makan orang ini sebenarnya sudah lama terjadi di dunia tki, yang jadi korban selalunya orang yang susah, iyalah kalau orang senang ngapain jadi tki. Belum lama ini saudara saya dari kampong juga jadi korban, udah keluarkan biaya 5 jutaan lebih untuk kerja di Malaysia dengan cara hutang pada tetangga, baru 3 minggu kerja disana dipulangkan karena perusahaan mengalami penurunan order dan dia dipulangkan dengan tangan kosong uang sekian banyak hilang begitu saja tanpa konpensasi apapun baik dari perusahaan maupun agen, padahal keberangkatan mereka dalam program disnaker. Yang jadi pertanyaan kemana dia akan mencari duit untuk bayar hutang. Itu baru kejadian didepan mata yang kita tahu bagaimana dengan nasib tki lain yang lebih menyedihkan? Apa antisipasi dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini? Atau apa yang dapat kita dapat lakukan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ida</title>
		<link>http://ardal.wordpress.com/2009/01/19/pak-de/#comment-57</link>
		<dc:creator>Ida</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 07:26:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ardal.wordpress.com/?p=90#comment-57</guid>
		<description>Ini yang ingin saya tahu sebenarnya,
gimana control pemerintah kita terhadap para tki yang konon pahlawan devisa,,, apakah cukup mencatat pada saat keberangkatan dan kepulangan,,?
 
trus satu hal lagi yang saya baru tahu,, para tki yang diberangkatkan oleh agen dan dipekerjakan di perumahan, (PRT, jaga toko, dll, pokoknya selain kerja pt) ternyata mereka tidak mendapatkan gaji selama 9 bulan,,, (dulu saya selalu mengira ini karena kekejaman majikan atau apa,,) ternyata memang seperti itu peraturannya, mereka hanya akan menerima gaji pada bulan ke 10,, yang 9 bulan pertama, 100% gaji mereka diambil untuk biaya2 passport, transport, dll,,,,(katanya,,) mereka hanya diberi uang saku 10 dollar sebulan (untuk s&#039;pore),,itupun kalau majikan baik hati,, 
kebayang ngga sih,,,10 dollar untuk keperluan perempuan,,, sebulan,,cukup,,? yang di tempat lain kurang tahu,,,
 
sebenarnya, kalau para tki ini mau bayar dimuka ongkos2 itu (besarnya sekitar 5-9 juta,,) mereka bisa mendapatkan gajinya dari bulan pertama kerja,,,full (mestinya ada orientasi untuk masalah ini,,,) bayangkan, potong 9 x S$340 =S$3060 untuk gantiin biaya dibawah 10jt yang udah dikeluarkan oleh agen,,? untuk para pembantu, levi ditanggung oleh majikan,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini yang ingin saya tahu sebenarnya,<br />
gimana control pemerintah kita terhadap para tki yang konon pahlawan devisa,,, apakah cukup mencatat pada saat keberangkatan dan kepulangan,,?</p>
<p>trus satu hal lagi yang saya baru tahu,, para tki yang diberangkatkan oleh agen dan dipekerjakan di perumahan, (PRT, jaga toko, dll, pokoknya selain kerja pt) ternyata mereka tidak mendapatkan gaji selama 9 bulan,,, (dulu saya selalu mengira ini karena kekejaman majikan atau apa,,) ternyata memang seperti itu peraturannya, mereka hanya akan menerima gaji pada bulan ke 10,, yang 9 bulan pertama, 100% gaji mereka diambil untuk biaya2 passport, transport, dll,,,,(katanya,,) mereka hanya diberi uang saku 10 dollar sebulan (untuk s&#8217;pore),,itupun kalau majikan baik hati,,<br />
kebayang ngga sih,,,10 dollar untuk keperluan perempuan,,, sebulan,,cukup,,? yang di tempat lain kurang tahu,,,</p>
<p>sebenarnya, kalau para tki ini mau bayar dimuka ongkos2 itu (besarnya sekitar 5-9 juta,,) mereka bisa mendapatkan gajinya dari bulan pertama kerja,,,full (mestinya ada orientasi untuk masalah ini,,,) bayangkan, potong 9 x S$340 =S$3060 untuk gantiin biaya dibawah 10jt yang udah dikeluarkan oleh agen,,? untuk para pembantu, levi ditanggung oleh majikan,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
